<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Monday, October 24, 2005

Re: [ALI] Standarisasi vendor

Pak Tomie,

Pernah suatu ketika seusai evaluation meeting dengan salah satu supplier
dalam suasana bercanda saya katakan pada supplier tersebut  "Menilai
prestasi supplier itu mudah, kriteria supplier bisa dikatakan bagus ialah
bila memenuhi empat point;  (1) kualitas barangnya bagus, (2) harganya
murah, (3) deliverynya cepat, (4) bayarnya lama".  Supplier tersebut
protes, bisa bangkrut saya, demikian katanya.   Saya paham bahwa reaksi
spontan itu keluar karena kata-kata saya terlalu frontal.  Namun karena
suasananya guyon jadi dia jawabnya juga sambil tertawa.

Hubungan sehat antara supplier dan buyer umumnya di jembatani dengan
Performance Indicators (PI) yang disepakati dimuka oleh kedua pihak.
Pilihan elemen PI dan bobot tiap elemen tergantung dari kondisi
masing-masing pihak dan bisa diperbarui secara periodik.  Bahkan ada
perusahaan yang menerapkan bonus / penalty atas prestasi si supplier.

Kalau kita perhatikan, apapun pilihan elemen-elemen PI yang dipakai,
hampir seluruhnya mengarah kepada empat point guyon yang saya sebut
diatas.  Disisi lain, betul sekali apa yang dikatakan oleh pak Meidi
Imanullah yang intinya bila bargaining position kita lemah terhadap
supplier, sebaiknya jangan terlalu memaksakan PI padanya.


Salam,
Rahman Priyono










Tomie Agustian <tomie_agustian@yahoo.com>
Sent by:
indo_logistician@yahoogroups.com
2005-10-21 02:48 PM
Please respond to
indo_logistician@yahoogroups.com


To
indo_logistician@yahoogroups.com
cc

Subject
Re: [ALI] Standarisasi vendor
Classification







Wah terima kasih banyak pak infonya sangat berharga sekali buat saya.
Untuk suatu perusahaan yang tingkat ketergantungan dengan vendornya tinggi
apakah kita masih bisa mematok "standar" tersebut? Apakah justru kita yang
akan ditinggal para vendor karena terlalu "menekan" mereka? Saya yakin
vendor memang harus kita standarisasi, tapi bagaimana ya caranya agar
mereka mampu secara sistematis bekerja sesuai dengan standar kita, padahal
disisi lain kita memiliki ketergantungan yang tinggi dengan mereka. Terima
kasih.

Salam,
Tomie

Meidi <meidii@gmail.com> wrote:
>
> From: Tomie Agustian <tomie_agustian@yahoo.com>
> Subject: Standarisai vendor
>
> Pak Meidi,
>
> Kalau boleh tahu standarisasi apa saja yang sudah perusahaan anda
lakukan
> untuk vendor-vendor?Bagaimana hasilnya?
>
> Terima kasih,
> Tomie

Bung Tomie,
Standarisasi dilakukan utk semua hal yg ingin kita dapatkan dari vendor,
mulai dari:
1. Quality standard (product specification, certificate of analysis,
quality
assurance methods, dsb)
2. Delivery procedure (administration standard, tolerable on time
delivery,
urgent delivery, dsb)
3. Payment procedure (copy of purchase order, delivery order, term of
payment, payment timing, dsb)
4. Service level report (delivery performance, perfect order delivery,
products availability, dsb)
Bahkan lebih jauh lagi kita bisa minta agar supplier mendapatkan
sertifikasi ISO, menyelenggarakan GMP, memastikan HACCP, melaporkan profit
and loss, melaporkan capital expenditure plan, dll tergantung sejauh mana
relationship kita dgn vendor. Semakin 'mesra' tentu akan semakin banyak
persyaratannya. Seperti saat mencari pasangan hidup, tentu ada beberapa
requirement yg harus dipenuhi agar si calon bisa menjadi partner seumur
hidup.
Ah, untuk lebih mudahnya, standarisasi bisa dilakukan di level technical
operational, hingga business partnership strategy. Dan yg level technical
operational ini umumnya bisa berlaku di semua jenis industri, kecuali yg
business partnership strategy yg akan unik tergantung dari strategi bisnis
yg diusung utk mengembangkan bisnis.
Nah, jika kita sudah bisa menjalankan standarisasi ini maka ketika
standarisasi diterapkan akan menghasilkan vendor yg grade-nya bervariasi
tergantung dari seberapa jauh mereka bisa memenuhi standar yg kita minta.
Di
titik ini kita mulai menjalankan vendor development program.
Semoga bisa membantu,

Meidi C. Imanullah

http://meidii.multiply.com
Kumpulan tulisan ttg operation management dalam bahasa Indonesia

http://agenduit.com/index.php?id=meidii
Ber-internet murah meriah...


[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM
Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri
logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


    Visit your group "indo_logistician" on the web.

    To unsubscribe from this group, send an email to:
indo_logistician-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


---------------------------------




---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

[Non-text portions of this message have been removed]




Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM
Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri
logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"

Yahoo! Groups Links









[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




SPONSORED LINKS
Business finance course Business finance class Business finance degree online
Business finance schools Business finances Business finance start up


YAHOO! GROUPS LINKS




Google