<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Friday, October 21, 2005

Re: [ALI] Standarisasi vendor

>
> From: Tomie Agustian <tomie_agustian@yahoo.com>
> Subject: Standarisai vendor
>
> Pak Meidi,
>
> Kalau boleh tahu standarisasi apa saja yang sudah perusahaan anda lakukan
> untuk vendor-vendor?Bagaimana hasilnya?
>
> Terima kasih,
> Tomie

Bung Tomie,
Standarisasi dilakukan utk semua hal yg ingin kita dapatkan dari vendor,
mulai dari:
1. Quality standard (product specification, certificate of analysis, quality
assurance methods, dsb)
2. Delivery procedure (administration standard, tolerable on time delivery,
urgent delivery, dsb)
3. Payment procedure (copy of purchase order, delivery order, term of
payment, payment timing, dsb)
4. Service level report (delivery performance, perfect order delivery,
products availability, dsb)
Bahkan lebih jauh lagi kita bisa minta agar supplier mendapatkan
sertifikasi ISO, menyelenggarakan GMP, memastikan HACCP, melaporkan profit
and loss, melaporkan capital expenditure plan, dll tergantung sejauh mana
relationship kita dgn vendor. Semakin 'mesra' tentu akan semakin banyak
persyaratannya. Seperti saat mencari pasangan hidup, tentu ada beberapa
requirement yg harus dipenuhi agar si calon bisa menjadi partner seumur
hidup.
Ah, untuk lebih mudahnya, standarisasi bisa dilakukan di level technical
operational, hingga business partnership strategy. Dan yg level technical
operational ini umumnya bisa berlaku di semua jenis industri, kecuali yg
business partnership strategy yg akan unik tergantung dari strategi bisnis
yg diusung utk mengembangkan bisnis.
Nah, jika kita sudah bisa menjalankan standarisasi ini maka ketika
standarisasi diterapkan akan menghasilkan vendor yg grade-nya bervariasi
tergantung dari seberapa jauh mereka bisa memenuhi standar yg kita minta. Di
titik ini kita mulai menjalankan vendor development program.
Semoga bisa membantu,

Meidi C. Imanullah

http://meidii.multiply.com
Kumpulan tulisan ttg operation management dalam bahasa Indonesia

http://agenduit.com/index.php?id=meidii
Ber-internet murah meriah...


[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google