<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Sunday, October 23, 2005

Re: [ALI] Re: Standarisasi vendor

>
> From: Tomie Agustian <tomie_agustian@yahoo.com>
> Subject: Re: Standarisasi vendor
>
> Wah terima kasih banyak pak infonya sangat berharga sekali buat saya.
> Untuk suatu perusahaan yang tingkat ketergantungan dengan vendornya tinggi
> apakah kita masih bisa mematok "standar" tersebut? Apakah justru kita yang
> akan ditinggal para vendor karena terlalu "menekan" mereka? Saya yakin
> vendor memang harus kita standarisasi, tapi bagaimana ya caranya agar mereka
> mampu secara sistematis bekerja sesuai dengan standar kita, padahal disisi
> lain kita memiliki ketergantungan yang tinggi dengan mereka. Terima kasih.
>
> Salam,
> Tomie

Mas Tomie,
Kalo saya tidak salah memahami, berarti kondisinya adalah bargaining power
yg dimiliki oleh Anda sbg customer yg 'kalah' oleh supplier-nya. Hal ini
biasa terjadi karena misalnya suppliernya hanya 1 (monopoli).
1. Cobalah dgn membuat kontrak yg isinya melindungi kepentingan ke-2 belah
pihak. Masukan unsur-unsur yg menurut Anda penting utk perusahaan Anda, dan
jangan lupakan kebutuhan supliernya juga.
2. Dalam beberapa kasus ekstrim, kontrakpun dipandang sebelah mata (coba
saja membuat kontrak dgn PLN misalnya), alternatifnya adalah Anda harus
punya supplier lain yg bisa membantu dgn lebih baik lagi
Salam,
  --
Meidi C. Imanullah

http://meidii.multiply.com
Kumpulan tulisan ttg operation management dalam bahasa Indonesia

http://agenduit.com/index.php?id=meidii
Ber-internet murah meriah...


[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google