<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Monday, October 24, 2005

[ALI] Angkutan Lebaran Th.2005 SIAP

Dear Rekans,

ANGKUTAN LEBARAN TAHUN 2005/1426 SIAP DISELENGGARAKAN

20 Oktober 2005 - 10:55



ANGKUTAN LEBARAN TAHUN 2005/1426 SIAP DISELENGGARAKAN



            Pemerintah telah siap untuk menyelenggarakan Angkutan Lebaran Tahun 2005/1426 H. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Perhubungan usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri berkaitan dengan Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran terpadu Tahun 2005/1426 H, di Kantor Pusat Departemen Perhubungan, Rabu 19 Oktober 2005. Rapat yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB tersebut dihadiri para pejabat teras yang mewakili Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perdagangan, Menteri Kesehatan dan Menteri Kominfo. Selain itu hadir pula pejabat-pejabat yang mewakili Gubernur Lampung, Gubernur Banten, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Bali serta Kepala Babinkam Polri. Wakil-wakil dari perusahaan penyelenggara (operator) jasa perhubungan dan telekomunikasi serta juga turut diundang dan menghadiri Rapat Koordinasi ini. Rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran  agar dapat berjalan aman, nyaman, lancar dan selamat, sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu. Dalam rapat tersebut dipaparkan persiapan dan antisipasi yang dilakukan dalam penyelenggaraan angkutan lebaran dari departemen terkait, Polri, TNI, dan para stakeholder.



            Menhub menambahkan bahwa kesiapan dalam penyelenggaraan angkutan lebaran kali ini mencakup prasarana dan sarana moda transportasi yang dibutuhkan baik darat, laut dan udara maupun faktor yang berkaitan dengan keselamatan (safety) dan keamanan (security). Untuk jumlah sarana angkutan baik moda angkutan jalan, kereta api, penyeberangan, laut dan udara yang tersedia diperkirakan akan dapat memenuhi permintaan penumpang selama periode Angkutan Lebaran. "Untuk hari puncak akan dilakukan antisipasi juga dengan memberikan perhatian khusus pada masing-masing moda transportasi," tambah Menhub. Untuk beberapa ruas jalan ke arah timur (Jawa Tengah dan Jawa Timur) diakui masih terdapat ruas jalan yang terdiri dari 2 jalur. Namun demikian secara keseluruhan ruas jalur-jalur alternatif yang tersedia cukup memadai dan kondisi (kualitas) jalan secara umum lebih baik dibanding tahun lalu.



            Salah satu hal yang dipandang dapat dianggap sebagai faktor kendala dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran kali ini adalah diperkirakan curah hujan akan tinggi. Untuk itu pada daerah-daerah yang diperkirakan rawan banjir dan longsor akan ditempatkan alat-alat berat yang dibutuhkan, sehingga apabila terjadi banjir ataupun tanah longsor akan segera dapat diatasi. Selain itu Menhub minta kepada masing-masing Kepala Daerah mengatasi berbagai macam gangguan yang terjadi dijalan yang dapat menghambat kelancaran arus lebaran. Gangguan tersebut antara lain berupa pungutan di jalan dan pasar tumpah. "Untuk merealisasikan hal ini telah dilakukan koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri," ujar Menhub.





Titik Berat di 8 Provinsi



            Penyelenggaraan angkutan lebaran akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan titik berat penyelenggaraan pada 8 (delapan) Provinsi yaitu: Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Periode penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2005 (1426 H) akan dimulai tanggal 27 Oktober 2005 (H-7) s.d 11 November 2005 (H+7) dengan perkiraan hari Lebaran Tahun 2005 (1426 H) akan jatuh pada tanggal 3-4 November 2005. Sementara itu perkiraan jumlah penumpang Angkutan Lebaran Tahun 2005 (1426 H) adalah 16,9 juta atau naik 6,69% dibandingkan penumpang angkutan lebaran tahun sebelumnya dengan rincian: Angkutan Jalan 8,98 juta (naik 3,56%), Angkutan SDP 2,50 juta (naik 5%), Angkutan Kereta Api 2,70 juta (naik 5%), Angkutan Laut 0,88 juta (naik 3%) dan kenaikan signifikan dialami Angkutan Udara yaitu sebesar 1,83 juta (naik  35,2%).



Dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2005/1426 H kali ini untuk menjabarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Menteri Perhubungan  telah menerbitkan :



·              Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP.230 Tahun 2005 tanggal 26 September 2005 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2005 (1426).

·              Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.58  Tahun 2005 tanggal 26 September 2005 tentang Rencana Operasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun  2005 (1426 H)



Selain itu Menhub juga menekankan bahwa untuk mensukseskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2005 ada 3 hal penting yang perlu mendapat perhatian, yaitu:



-         Aspek keselamatan

Keselamatan merupakan prioritas utama, untuk itu kepada masing-masing operator diminta untuk memperhatikan kelaikan armadanya baik laik jalan, laik laut dan laik terbang. Kepada petugas terkait agar memberikan pengawasan yang ketat terhadap pemenuhan aspek keselamatan.



-         Aspek Pelayanan

Agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan cara mengumumkan tarif secara jelas, memperhatikan standar pelayanan angkutan dan antisipasi terhadap praktek percaloan, serta menyiapkan fasilitas ruang tunggu dan pengaturan antrian yang memadai.



-         Aspek Keamanan

Antisipasi terhadap gangguan keamanan tetap menjadi perhatian dalam kesibukan penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Untuk itu perlu kewaspadaan dari aparat keamanan baik Polri maupun TNI untuk mengantisipasi hal tersebut, dibantu oleh seluruh instansi terkait.



Untuk mendukung penyelenggaraan angkutan lebaran, Departemen Perhubugan akan mendirikan Pos Koordinasi (POSKO) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2005 yang bertempat di Kantor Pusat Departemen Perhubungan mulai tanggal 27 Oktober 2005 (H-7) s.d 11 November 2005 (H+7) (al).



Yours Faithfully,
Agung Birowo
PT. Tangguh Karimata Jaya
Sea And Air Freight Division
Tel.  (62 - 21) 440 2454 (Hunting) ext. : 229
Fax. (62 - 21) 440 5026, 440 8351
Mobile : 0815 5148 469
E-mail : sales01@tangguhlogistics.com
Website : http://www.tangguhlogistics.com



[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google