<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Wednesday, September 28, 2005

RE: [ALI] Re-Order Point dan Safety Stock

Pak Ananta,

Terima kasih sekali inputnya.
Pada prinsip kami sedang menjalankan system stock class
a, b and c dimana anggaplah nama service diagram class.

Setiap class a, b and c akan tergantung dari lead time, raw material, production process dan delivery time. Kita bisa set sbb:

class A =  stock yang fast moving
class B =  stock yang less demand by often
class C = stock yang slow moving atau special item

terus terang dalam SKU saya ada 650 line items dimana hampir 30% adalah class A.

Yang sebenarnya saya ingin tujukan adalah untuk class A dimana peran SS dan ROP didalam decision making seorang planner karena andaikata sudah ada order+ forecast dari pihak sales and marketing, tanggung jawab bagian supply chain dalam supporting unit apakah bisa dijamin stock availability against lead time.

Syukur sekali system kami sedang menuju full roll out ERP dimana process MRP and OPM sudah terintegrasi namun yang penting apakah para planner atau PPIC mempunyai suatu keputusan apakah stock mampu disiapkan diatas SS atau tidak.

Terima kasih atas inputnya.

didi.
Ananta Dewandhono <anantadd@cbn.net.id> wrote:
Pak Didi,

Udah kebanyakan inputs ya? I got few things ttg subject ini yg semoga berguna.

Soal ROP & SS, mestinya sih ndak jauh dr prinsip umum diagram gergaji inventory replenishment. Ada bbrp unsur yg berpengaruh disitu, spt cycle stock (stock yg utk dijual), safety time, leadtime, dll. Di book review besok, mungkin "para pakar" kita bs share khusus ttg ini.

Kalo mau lbh "puas" lg, mungkin minta diexplore gimana menentukan SS yg pake sedikit jurus statistik dikit, utamanya dlm men-set level SS yg bs 1, 2 or 3 sigma (std deviasi) utk pencapaian service level yg bs 90%, 95% or 99%, utk SKU class A, B or C.

Yg lebih "seru" lg sebenernya kalo kita implement "teori" ini di bisnis kita & see how it works in the real world. Saya pernah terapin DRP concept di SC structure yg terdiri dr 2,500+ SKU, 20+ warehouses across the country, 2 main DC, 10+ factory sources & a bunch of people yg baru kenal ERP system & DRP concept! Semoga bs kebayang gmn men-set SS by SKU by SITE nya dg kombinasi SL, Sigma, ABC class!

Jadi, if you have business profile simpler than above, ya must be doable lah, walau akan tetep very "seru".

Good luck!

Ananta Dewandhono
(on mobile: iPAQ2210 + SE-T610)



thanks and regards,

didi azhari





           
---------------------------------
Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google