<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Friday, September 23, 2005

Re: [ALI] Re-Order Point dan Safety Stock dalam PPIC

Pak Rahman,

Terima kasih untuk inputnya.Pada dasarnya saya sependapat dengan bapak dimana pelaku bisnis yang lebih tahu dimana bisa mengimbangi antara demand and supply. Kebetulan posisi saya ada di tengah-tengah demand and supply jadi sangat penting sekali dari sisi demand bisa dapat saya kejar-kejar dengan segmentasi posisi yang terarah dengan mendukungan sisi supply yang saya sangat bergantungan dengan posisi safety stock.

Pada penerapan posisi safety stock kami sudah memilki angka untuk setiap barang kami dan lead-time untuk proses produksi dari raw material ke finish good sudah kami pertimbangkan juga. Yang saya mendapatkan kesulitan adalah andaikata kita sudah mempunya safety stock 1000 kaleng. Lead-Time untuk membuat kaleng tersebut memerlukan 5 hari (di tempat saya menghitung produksi dalam calendar days dan bukan business days). Pada saat inventory level ada 700, pertanyaan saya apakah harus menunggu sampai stock level 0 atau 250 kaleng untuk disiapkan produksi kembali untuk mencapai safety stock 1000 kaleng, dimana peran re-order point disini? dan belum tentu lead-time tersebut dapat memenuhi demand.

Terima kasih atas perhatiannya.

thks, didi


Rahman Priyono <rahman.priyono@philips.com> wrote:
Pak Didi,

Kita menetapkan re-order point untuk menjaga agar stok barang tetap
tersedia sampai kita menerima supply baru.   Misalnya, rata-rata kita
menjual barang sebanyak 100 kaleng per minggu.  Bila order lead time yang
diperlukan mulai dari buat PO sampai supply baru tiba adalah 2 minggu,
maka re-order level yang dperlukan adalah 200 kaleng.   Dengan demikian
tepat pada saat stok habis, supply baru sudah kita terima.

Namun kenyataanya tidak selalu seindah hitungan diatas.  Ada kalanya dalam
2 minggu tersebut ada permintaan sebanyak 3 kaleng.  Bila kita tidak punya
safety stock maka akan mengalami loss sales sebanyak 100 kaleng. Disinilah
gunanya punya safety stock.  Berapa besarnya safety stock tidak ada
rumusan yang pasti karena (1) pelaku bisnis yang bisa memperkirakan
seberapa besar deviasi sales per minggu, (2) pelaku bisnis sendirilah yang
bisa memberikan penilaian berapa "mahalnya" loss sales tersebut.  Bisa
jadi potensi kehilangan profitnya tidak seberapa, namun service level nya
ke customer jadi jelek bahkan ini memberikan kesempatan pada customer kita
untuk melirik produk milik competitor.  Sekali dia pindah, belum tentu dia
balik beli dari kita lagi walaupun stok sudah tersedia.  Atau sebaliknya,
bila kita sangat dominan di pasar, bisa saja bersikap sedikit arogan; biar
saja kehabisan stok, toh customer pasti mau menunggu sampai barang kita
tiba.

Semoga ini menjawab pertanyaan anda.


Salam,
Rahman Priyono










Didi Azhari <didi_azhari@yahoo.com>
Sent by:
indo_logistician@yahoogroups.com
2005-09-22 03:59 PM
Please respond to
indo_logistician@yahoogroups.com


To
indo_logistician@yahoogroups.com
cc

Subject
[ALI] Re-Order Point dan Safety Stock dalam PPIC
Classification







Dear ALI'ers

Saya ingin menanyakan mengenai kebijakan re-order point dan safety stock.
Definisi ROP dan Safetystock bagaimana?

Disini saya ada kasus:

Apakah yang disebut dengan safety stock. Secara sistem kita men-set safety
stock contohnya 1000 kaleng, tapi inventory selalu ada 800 kaleng dan pada
saat ada order 950 kita tidak dapat deliver karena stock hanya ada 800
kaleng dan 150 tidak ada dalam forecast. Apakah sebagai PPIC harusnya
minimum mempunyai kaleng sejumlah 1000 kaleng? kemudian apabila ada
safestock 1000 dan existing order ada 900 an ada forecast 1500 apakah
tidak bisa diproduksi 600 kaleng lagi? Disini saya ingin mempertanyakan
pengalaman-pengalaman rekan-rekan ALI'ers khususnya dibidang PPIC. Mungkin
bisa kasih saya gambaran. Apa kegunaan dari Re-Order Point dan Safety
Stock disini?

Terima kasih atas waktunya. Maklum saya masih awam.


thanks and regards,

didi azhari






---------------------------------
Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

[Non-text portions of this message have been removed]




Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM
Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri
logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"

Yahoo! Groups Links









[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




SPONSORED LINKS
Business finance training Supply chain logistics management Business finance course Business finance online course Business finance class Business finance degree online

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


    Visit your group "indo_logistician" on the web.
 
    To unsubscribe from this group, send an email to:
indo_logistician-unsubscribe@yahoogroups.com
 
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


---------------------------------






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




SPONSORED LINKS
Business finance training Supply chain logistics management Business finance course
Business finance online course Business finance class Business finance degree online


YAHOO! GROUPS LINKS




Google