<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Tuesday, September 27, 2005

RE: [ALI] Re: Biaya naik Karena BBM / riding the wave

Pak Alex dan ALIers,

Saya sependapat dengan pak Alex mengenai bagaimana kita
seharusnya menyikapi perubahan kenaikan harga BBM.
Semua industri dalam batas waktu tertentu harus bisa melakukan
penyesuaian dalam menghadapi kenaikan BBM dan TDL yg mungkin
akan terjadi dalam rentang waktu yg relatif singkat.

Mungkin ALIers bisa sharing langkah-langkah apa yg paling
mudah dan cepat bisa ambil untuk bisa menghadapi kenaikan di
atas jika kita amati dalam satu rangkaian supply chain.
Dengan kata lain selain perbaikan internal, seperti yang
dikemukan oleh pak Alex tidak kalah pentingnya adalah upaya
untuk meningkatkan efisiensi dengan pihak ketiga.

Sebagai contoh perusahaan manufaktur dalam mendistribusikan
produknya:
1. Manufaktur
2. Transporter
3. Distributor ke konsumen

Mungkin ALIers yang memiliki profesi dari ke tiga komponen
di atas bersedia sharing..

VIVA ALI







-----Original Message-----
From: indo_logistician@yahoogroups.com
[mailto:indo_logistician@yahoogroups.com] On Behalf Of ALEX
Sent: 27 September 2005 1:11
To: indo_logistician@yahoogroups.com
Subject: [ALI] Re: Biaya naik Karena BBM / riding the wave

Rekans di ALI,

Kenaikan BBM tentu memberikan polemik bagi kita semua para
pelaku logistik dan pabrikan. Cuman saya agak mengkritik
sedikit dengan sikap cengeng kita menghadapi kenaikan BBM ini.

Jujur saja ketidaksiapan kita menghadapi kenaikan BBM lebih
banyak disebabkan ketidakefisienan kita menjalankan bisnis. Ada
banyak cara mensiasati kenaikan BBM, dari mulai efisiensi
energi secara tepat dan benar, merampingkan proses kerja,
strategi operasional yang efisien dan optimal dan masih banyak
lagi hal lainnya. Kadang dari hal-hal kecil bisa di capai
efisiensi yang signifikan, seperti delivery goods pada jam
lenggang, reduce waste material, penggunaan lampu hemat energi dsb.

Saya tidak bermaksud anda semua harus mendadak merubah bisnis
menjadi lean manufacturing ataupun lean logistik, namun pada
akhirnya semua bisnis akan mengarah ke sana, karena hanya
bisnis yang efisien, ramping dan fleksibel yang akan bertahan
di masa-masa sulit.

Kita sendiri perlu waktu empat tahun untuk mencapai efisiensi
bisnis seperti sekarang ini, dan itu perlu riset yang tidak
sebentar dan proses uji coba berbulan-bulan.

Yang paling penting dalam menghadapi kenaikan BBM adalah kita
harus mengenali betul karakteristik bisnis kita, bagaimana
kebutuhannya, seperti apa pasarnya, apa yang menguntungkan, apa
yang merugikan, di mana terjadi titik pemborosan, apa masalah
utamanya, bagaimana meningkatkan quality dan mereduce waste
serta mengoptimalkan sumberdaya. Saya rasa kenaikan BBM apabila
bisa di manage dengan baik tidak akan menimbulkan dampak yang
terlalu besar bagi operasional perusahaan. Bukankah berdasarkan
survei, pemain logistik di Indonesia paling efisien ketimbang
di negara lain seperti Thailand?

Lagipula seingat saya upah tenaga kerja di Indonesia masih
tergolong murah, jadi semestinya tidak ada alasan panik dengan
kenaikan BBM. Sebagai info, perusahaan kami berada di negara
yang BBM nya sudah tidak di subsidi sejak awal tahun ini dan
UMR nya jauh di atas Indonesia. Memang saya mengerti faktor
biaya siluman turut menyumbang dalam hal ketidakefisienan
industri, akan tetapi kadang ada hal-hal kecil tapi signifikan
yang luput dari perhatian kita seperti batasan jam kerja
normal, ratio lembur dsb.

Anda tahu, saya pernah kaget mendapati salah satu industri di
Jakarta yang semestinya di atas kertas bisa profit besar namun
malah rugi besar hanya karena kesalahan dalam pembuatan
kebijakan jam kerja dan lembur.

Salam,
ALEX

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
--------------------~--> Get fast access to your favorite
Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/kGEolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas
SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah
komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"

Yahoo! Groups Links












Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google