<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Tuesday, September 27, 2005

Re: [ALI] Re: Biaya naik Karena BBM / riding the wave

Saya pikir, memang betul semua menghadapi masalah yg
sama dengan kenaikan bbm, tinggal tergantung bagaimana
menyikapinya. Tetapi menurut saya, ada masalah lain,
yg mungkin lebih mendasar dari masalah kenaikan BBM
itu sendiri. yaitu, ketidakpastian yg diakibatkan
kenaikan itu sendiri. seperti kita tahu, kenaikan kali
ini tidaklah sama dengan kenaikan2 sebelumnya.
kenaikan kali ini, terjadi berturutan di thn yg
sama(dua kali), dan kenaikannya jumlahnya signifikan.

ketidakpastian yang saya maksud disini meliputi
misalnya pengaruhnya terhadap daya serap pasar.
pelanggan belum tentu memiliki kemampuan meningkatkan
efisiensi spt yg kita inginkan, sebagaimana kita
berusaha meningkatkan efisiensi kita. sehingga disini
terjadi ancaman. pada skala nasional, kondisi tersebut
membuat pertumbuhan ekonomi melambat.

masalah peningkatan efisiensi, entah dalam bentuk lean
logistik atau apa saja istilahnya, saya rasa selalu
harus dilakukan tanpa menunggu kenaikan bbm. itu
adalah suatu keniscayaan dalam dunia bisnis, harus
dilakukan secara terus menerus. masalah biaya buruh
murah, dalam ekonomi, masih debatable. artinya, memang
murah secara nominal, tetapi dibanding
produktivitasnya, kalo nggak salah ingat data2, tidak
terlalu bersaing.


wassalam,


bagus arianto









--- ALEX <013730852@gsmadvance.com> wrote:

> Rekans di ALI,
>
> Kenaikan BBM tentu memberikan polemik bagi kita
> semua para pelaku logistik dan pabrikan. Cuman saya
> agak mengkritik sedikit dengan sikap cengeng kita
> menghadapi kenaikan BBM ini.
>
> Jujur saja ketidaksiapan kita menghadapi kenaikan
> BBM lebih banyak disebabkan ketidakefisienan kita
> menjalankan bisnis. Ada banyak cara mensiasati
> kenaikan BBM, dari mulai efisiensi energi secara
> tepat dan benar, merampingkan proses kerja, strategi
> operasional yang efisien dan optimal dan masih
> banyak lagi hal lainnya. Kadang dari hal-hal kecil
> bisa di capai efisiensi yang signifikan, seperti
> delivery goods pada jam lenggang, reduce waste
> material, penggunaan lampu hemat energi dsb.
>
> Saya tidak bermaksud anda semua harus mendadak
> merubah bisnis menjadi lean manufacturing ataupun
> lean logistik, namun pada akhirnya semua bisnis akan
> mengarah ke sana, karena hanya bisnis yang efisien,
> ramping dan fleksibel yang akan bertahan di
> masa-masa sulit.
>
> Kita sendiri perlu waktu empat tahun untuk mencapai
> efisiensi bisnis seperti sekarang ini, dan itu perlu
> riset yang tidak sebentar dan proses uji coba
> berbulan-bulan.
>
> Yang paling penting dalam menghadapi kenaikan BBM
> adalah kita harus mengenali betul karakteristik
> bisnis kita, bagaimana kebutuhannya, seperti apa
> pasarnya, apa yang menguntungkan, apa yang
> merugikan, di mana terjadi titik pemborosan, apa
> masalah utamanya, bagaimana meningkatkan quality dan
> mereduce waste serta mengoptimalkan sumberdaya. Saya
> rasa kenaikan BBM apabila bisa di manage dengan baik
> tidak akan menimbulkan dampak yang terlalu besar
> bagi operasional perusahaan. Bukankah berdasarkan
> survei, pemain logistik di Indonesia paling efisien
> ketimbang di negara lain seperti Thailand?
>
> Lagipula seingat saya upah tenaga kerja di Indonesia
> masih tergolong murah, jadi semestinya tidak ada
> alasan panik dengan kenaikan BBM. Sebagai info,
> perusahaan kami berada di negara yang BBM nya sudah
> tidak di subsidi sejak awal tahun ini dan UMR nya
> jauh di atas Indonesia. Memang saya mengerti faktor
> biaya siluman turut menyumbang dalam hal
> ketidakefisienan industri, akan tetapi kadang ada
> hal-hal kecil tapi signifikan yang luput dari
> perhatian kita seperti batasan jam kerja normal,
> ratio lembur dsb.
>
> Anda tahu, saya pernah kaget mendapati salah satu
> industri di Jakarta yang semestinya di atas kertas
> bisa profit besar namun malah rugi besar hanya
> karena kesalahan dalam pembuatan kebijakan jam kerja
> dan lembur.
>
> Salam,
> ALEX
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>



           
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google