<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Tuesday, September 27, 2005

RE: [ALI] Re: Biaya naik Karena BBM / riding the wave

Dari berbagai komponen biaya produksi sektor manufaktur yang paling
mungkin dapat di kendalikan oleh pengusaha adalah biaya tenaga kerja dan
pengeluaran lainnya. Biaya bahan baku , bi.bahan bakar, listrik dan gas
serta sewa gedung, mesin dan alat-alat berada di luar kemampuan pengusaha
untuk mengendalikannya. BIaya bahan baku dan pengeluaran untuk BBM
cenderung meningkat di masa datang dan tidak mungkin di hemat pemakaiannya
jika ingin mempertahankan produksi tetap stabil.

Kenaikan harga BBM tidak bisa dielakkan. Pemakain BBM pun akan sulit
dikurangi atau menggantinya dengan energi alternatif dalam jangka pendek.
Instalasi pabrik yang sdh terpasang, umumnya tidak kompatibel utk
mengubah-ubah jenis BBM yang digunakan, DIsamping itu, dalam jangka pendek
belum ada bahan bakar alternatif yang bisa menggantikan peran solar dari
segi kuantitas pasokan untuk dunia industri.

Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan utk mengantisipasi kenaikan
harga BBM, diantaranya : 1. Mengurangi atau meniadakan listrik yang di
produksi sendiri, yang kemudian dialihkan ke PLN. Ketika BBM Masih di
subsidi banyak pabrk yang memproduksi listrik sendiri, bahkan menjual
listrik ke pabrik lainnya. Ketika harga BBM meningkat,lebih murah
mengambil listrik dari PLN.
2. Sedapat mungkin melakukan substitusi dari bahan baku/penolong impor
kepada bahan baku/penolong domestik. namun dalam jangka pendek msh sulit
dilakukan.
3. Menurunkan biaya lain-lain, seperti menurunkan biay promosi, entertain,
mengurangi berbagai macam pungutan, baik resmi ataupun tdk resmi.
Menertibkan para calo dan preman yang sering memberatkan pengusaha,
membenahi fasilitas infrastruktur yang seringkali menyebabkan inefisiensi
bagi industri.
4.Melakukan rasionalisasi pemakain tenaga kerja. Pengusaha harus selektif
menggunakan tenaga kerja, karena upah min. terus meningkat

demikian sumbang saran dari saya.

Terima kasih.

Rgds,
CTL


Lia



Pak Alex dan ALIers,
>
> Saya sependapat dengan pak Alex mengenai bagaimana kita
> seharusnya menyikapi perubahan kenaikan harga BBM.
> Semua industri dalam batas waktu tertentu harus bisa melakukan
> penyesuaian dalam menghadapi kenaikan BBM dan TDL yg mungkin
> akan terjadi dalam rentang waktu yg relatif singkat.
>
> Mungkin ALIers bisa sharing langkah-langkah apa yg paling
> mudah dan cepat bisa ambil untuk bisa menghadapi kenaikan di
> atas jika kita amati dalam satu rangkaian supply chain.
> Dengan kata lain selain perbaikan internal, seperti yang
> dikemukan oleh pak Alex tidak kalah pentingnya adalah upaya
> untuk meningkatkan efisiensi dengan pihak ketiga.
>
> Sebagai contoh perusahaan manufaktur dalam mendistribusikan
> produknya:
> 1. Manufaktur
> 2. Transporter
> 3. Distributor ke konsumen
>
> Mungkin ALIers yang memiliki profesi dari ke tiga komponen
> di atas bersedia sharing..
>
> VIVA ALI
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: indo_logistician@yahoogroups.com
> [mailto:indo_logistician@yahoogroups.com] On Behalf Of ALEX
> Sent: 27 September 2005 1:11
> To: indo_logistician@yahoogroups.com
> Subject: [ALI] Re: Biaya naik Karena BBM / riding the wave
>
> Rekans di ALI,
>
> Kenaikan BBM tentu memberikan polemik bagi kita semua para
> pelaku logistik dan pabrikan. Cuman saya agak mengkritik
> sedikit dengan sikap cengeng kita menghadapi kenaikan BBM ini.
>
> Jujur saja ketidaksiapan kita menghadapi kenaikan BBM lebih
> banyak disebabkan ketidakefisienan kita menjalankan bisnis. Ada
> banyak cara mensiasati kenaikan BBM, dari mulai efisiensi
> energi secara tepat dan benar, merampingkan proses kerja,
> strategi operasional yang efisien dan optimal dan masih banyak
> lagi hal lainnya. Kadang dari hal-hal kecil bisa di capai
> efisiensi yang signifikan, seperti delivery goods pada jam
> lenggang, reduce waste material, penggunaan lampu hemat energi dsb.
>
> Saya tidak bermaksud anda semua harus mendadak merubah bisnis
> menjadi lean manufacturing ataupun lean logistik, namun pada
> akhirnya semua bisnis akan mengarah ke sana, karena hanya
> bisnis yang efisien, ramping dan fleksibel yang akan bertahan
> di masa-masa sulit.
>
> Kita sendiri perlu waktu empat tahun untuk mencapai efisiensi
> bisnis seperti sekarang ini, dan itu perlu riset yang tidak
> sebentar dan proses uji coba berbulan-bulan.
>
> Yang paling penting dalam menghadapi kenaikan BBM adalah kita
> harus mengenali betul karakteristik bisnis kita, bagaimana
> kebutuhannya, seperti apa pasarnya, apa yang menguntungkan, apa
> yang merugikan, di mana terjadi titik pemborosan, apa masalah
> utamanya, bagaimana meningkatkan quality dan mereduce waste
> serta mengoptimalkan sumberdaya. Saya rasa kenaikan BBM apabila
> bisa di manage dengan baik tidak akan menimbulkan dampak yang
> terlalu besar bagi operasional perusahaan. Bukankah berdasarkan
> survei, pemain logistik di Indonesia paling efisien ketimbang
> di negara lain seperti Thailand?
>
> Lagipula seingat saya upah tenaga kerja di Indonesia masih
> tergolong murah, jadi semestinya tidak ada alasan panik dengan
> kenaikan BBM. Sebagai info, perusahaan kami berada di negara
> yang BBM nya sudah tidak di subsidi sejak awal tahun ini dan
> UMR nya jauh di atas Indonesia. Memang saya mengerti faktor
> biaya siluman turut menyumbang dalam hal ketidakefisienan
> industri, akan tetapi kadang ada hal-hal kecil tapi signifikan
> yang luput dari perhatian kita seperti batasan jam kerja
> normal, ratio lembur dsb.
>
> Anda tahu, saya pernah kaget mendapati salah satu industri di
> Jakarta yang semestinya di atas kertas bisa profit besar namun
> malah rugi besar hanya karena kesalahan dalam pembuatan
> kebijakan jam kerja dan lembur.
>
> Salam,
> ALEX
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> --------------------~--> Get fast access to your favorite
> Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
> http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/kGEolB/TM
> --------------------------------------------------------------------~->
>
> Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas
> SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah
> komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id
>
> "Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM
> Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri
> logistik di Indonesia" www.ali.web.id
>
> "Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>




Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




SPONSORED LINKS
Business finance training Supply chain logistics management Business finance course
Business finance online course Business finance class Business finance degree online


YAHOO! GROUPS LINKS




Google