<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Monday, September 12, 2005

Re: [ALI] Quote for PT Posindo ....

Pak Medrial dan Pak Ananta...

Tentu sebagai BUMN tak akan pernah bisa secara mudah lepas dari campur tangan pemerintah, apalagi kalau sahamnya sebagian besar dikuasai masih dikuasai pemerintah.

Ide utk membuat Posindo menjadi lebih berdaya adalah ide yg saya pikir cukup cemerlang, salah satu caranya adalah dengan akuisisi spt yg dipropose Pak ADD, tapi saya pikir utk bisa
melakukan akuisisi pun bukan hal yg mudah bagi sebuah BUMN di Indonesia seperti halnya Posindo. Namun demikian tentu akan ada cara dengan memanfaatkan kondisi saat ini yg semakin terbuka, tentu bukan lagi memberi proteksi berupa monopoli, monopoli hanya diberikan utk hal-hal yg terkait dengan misi sosial dari pemerintah, sedangkan utk misi bisnis tampaknya sudah saatnya bagi pemerintah memberikan peluang kepada Posindo membangun unit-unit bisnis dengan meng-hire SDM dari luar yg memiliki kemampuan dibidang logistik. Utk sistem-sistem  yg lain (fisik dan IT) saya pikir akan berjalan sejalan pengembangan ke arah bisnis yg baru.  Ada masukan lain kawan..??


Agus Eko 





Ananta Dewandhono <anantadd@cbn.net.id> wrote: Pak Medrial,

Wah, great inputs banget pak!

Tanya pak: kalo kita lepaskan dulu kajian NPM/BR & politics, secara mgmt
skills set (HR) & infrastructure set (physical & IT), terutama yang terkait
dengan SCM/Logistics, apa yang bisa PT Posindo 'leverage' utk 'move' semacam
itu ya? Bukankan akuisisi adalah salah satu utk company bisa sustain & grow?

Tks, add


  _____ 

From: medrial [mailto:medrial@dualsoftsolutions.com]
Sent: Monday, September 05, 2005 12:50 PM
To: indo_logistician@yahoogroups.com
Subject: [...] Re: [ALI] Quote for PT Posindo ....



Perdebatan ini sesungguhnya masuk ke wilayah kajian administrasi negara atau
paradigma terbarunya disebut New Public Management (NPM) or Bureaucratic
reform (BR). Atau malah menyeret kita pada perdebatan idelogis.
Secara ideologis, langkah Jerman itu jelas jadi bagian dari neo liberalisme.
Kalau udah ke sini susah dah, kita berhadapan dengan kaum fanatis neolib
atau penentangnya.
Dalam perspektif NPM atau BR, langkah Jerman sah-sah saja karena juga ada
contoh sukses di negara lain. Negara yang paling sukses dalam hal ini adalah
New Zealand. Di NZ memang post itu dari dulu tidak ada monopoli, sehingga
DHL juga susah masuk dan berkembang di sana.
Argumentasi lain, pengelolaan oleh negara itu memang sering tidak efisien
karena sering campur aduk dengan politik. Hal itu terjadi diantaranya di
Indonesia dan Jepang. Peter Drucker, yang tidak percaya lagi pada ideologi,
mengajukan alasan teknis untuk privatisasi. katanya, bagaimana mungkin
manajemen publik bisa bekerja baik kalau setiap saat dipelototin dan
digoyang publik.
Tetapi, NPM/BR juga membolehkan saja pos itu dikelola negara selama dia
direformasi dengan menerapkan manajemen swasta. dalam hal ini kita berkaca
pada Cina, yang sukses mengelola BUMNnya dengan menerapkan model manajemen
swasta (berbasis kinerja) di sana.
Saya sendiri setuju dengan model Cina karena jelas memberi manfaat lebih
pada negara. hanya persoalannya kita kesulitan membendung campur tangan
politik dalam BUMN. Jika kita bisa meniru model "managerialism" New Zealand,
dimana peran politik hanya dibatasi pada penetapan kinerja dan mereviewnya
saja, maka BUMN kita akan bisa lebih efisien. termasuk pos. Mungkin ga ya?

Medrial Alamsyah
President Director
PT. Dualsoft Solutions Indonesia
YKKPT Building, 2nd Floor,
Jl. Iskandarsyah I/2, Kebayoran Baru
Jakarta 12160, INDONESIA
Tel: 62-21-727 89575, 727 92916
Fax: 62-21-727 93031


---------- Original Message ----------------------------------
From: "Ananta Dewandhono" <anantadd@cbn.net.id>
Reply-To: indo_logistician@yahoogroups.com
Date:  Mon, 5 Sep 2005 12:03:01 +0700

>Rekans,<BR>

>Ada quote berita spt dibawah ini. Dalam perspektif Indonesia, apakah
'move'<BR>
>spt yang dilakukan oleh Deutsche Post selama ini bisa 'ditiru' oleh PT<BR>
>Posindo kita tercinta utk dapat mempertahankan eksistensinya &
'survive'<BR>
>ditengah banyak player asing masuk ke Indonesia di bidang bisnis yang<BR>
>digelutinya selama ini atau juga di bidang bisnis yang seharusnya bisa<BR>
>digelutinya di masa datang?<BR>

>For discussion only ...<BR>

>Tks, add<BR>
>--------- Quote -----------<BR>
>Lloyd's List Daily Commercial News       02 September 2005       <BR>
>"Now Deutsche Post looks at Exel takeover"<BR>

>In a further round of freight industry consolidation, the giant
Deutsche<BR>
>Post group says it is in preliminary takeover talks with the UK's Exel.
<BR>

>Analysts say the deal could be worth US$6.5bn ($8.6bn).<BR>

>"Discussions are at a preliminary stage and there can be no certainty as
to<BR>
>their outcome," Deutsche Post said in a statement. <BR>

>Exel did not elaborate on the statement. <BR>

>Deutsche Post already owns DHL and Danzas, and the move on Exel comes as
the<BR>
>postal group prepares to lose the monopoly on mail services in Germany
in<BR>
>2007. <

>It has also bought the shipping operations of large German department
store<BR>
>group KarstadtQuelle, and the Exel operations would help it follow
retail<BR>
>customers to new production regions in Asia and eastern Europe. <BR>
>The move would leave Kuehne & Nagel and Panalpina as the only remaining<BR>
>independent freight groups in Europe. <BR>



[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




SPONSORED LINKS
Supply chain logistics management Business finance course Business finance online course Business finance class Business finance schools Business finances

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


    Visit your group "indo_logistician" on the web.
 
    To unsubscribe from this group, send an email to:
indo_logistician-unsubscribe@yahoogroups.com
 
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


---------------------------------





           
---------------------------------
Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

[Non-text portions of this message have been removed]



Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google