<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Tuesday, September 27, 2005

[ALI] Proyek WB di Aceh & Upaya Pencerahan dan Mereposisi Profesi Logistik/ Pengadaan

Rekan-Rekan ALIers,

Saya menerima email dari sejumlah rekan  dari ALI-ers yang berminat
untuk bergabung dengan team dari Crown Agents, Sutton, UK (CA)
mengikuti proses pengadaan jasa dari proyek ini. Silahkan kepada
rekan yang berminat mengirimkan CV (dalam bahasa Inggris) kepada saya
yang nantinya akan saya masukkan dalam data base untuk berbagai
keperluan dimasa datang. By the way, silahkan kirim CV anda, nanti
kita coba carikan solusi terbaik untuk memecahkan masalah diatas
bersama komponen-komponen lain di forum ini, bahkan ditingkat
nasional nantinya.

Masalahnya, karena saya mendapat keluhan dari beberapa Konsultan
Nasional yang tergolong besar di Jakarta, yang merasa kesulitan
mencari tenaga dibidang yang kita geluti ini. Sebagai contoh untuk
Proyek Bank Dunia di Departemen Kelautan (Coremap II) dibutuhkan 7
Procurement Specialist, 5 Perusahaan Konsultan yang ikut dalam proses
tender merasa sulit untuk mencari tenaga tsb, malah terkesan saling
berebut untuk menggaet orang-orang yang diinginkan. Sementara tenaga
yang qualified dan diperebutkan rata-rata sudah berusia diatas 60
tahun dan orang-orangnya ya itu-itu saja (kebetulan saya termasuk
salah satu didalamnya). Jadi kapan kita dapat mulai melakukan
regenerasi, serta dapat mempersiapkan tenaga dari generasi mendatang.
Dan ini adalah masalah 'transfer of knowledge' dan  'proses
perpindahan tongkat estafet' dari satu generasi ke generasi yang
berada  dibawahnya.

Dalam rangka memecahkan masalah terebut diatas ada beberapa cara yang
bisa ditempuh, yang sudah lama menjadi concern kita semua dari tenaga-
tenaga bidang Procurement atau Logistik.  Tetapi sebelumnya saya
ingin melakukan pencerahan terlebih dahulu kepada rekan lainnya
diforum ini, untuk sekedar melakukan 'awareness campaign' dan
sekaligus ingin melakukan 'social marketing' terhadap idee dasar
atau 'conceptual thinking' yang sedang saya ingin lakukan demi untuk
membesarkan dan mereposisikan  eksistensi dari  profesionalisme  di
bidang Pengadaan Barang/Jasa (Public Procurement), Logistik atau
Supply & Chain Management, atau apapun nama dan istilahnya, yang
kebetulan sekarang ini sedang kita geluti bersama.

Saya kebetulan sedang bertugas atas nama CA dalam suatu Proyek
Technical Assistance  ADB di Kabul, Afghanistan dari awal September
lalu. Mungkin karena saya satu-satunya orang Indonesia yang sedang
dalam ikatan kontrak dengan pihak CA, maka mereka ingin memanfaatkan
akses saya dengan tenaga-tenaga profesional dibidang
Logistik/SCM/Procurement dari tanah air.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak pihak CA untuk ikut
membesarkan dan membina domain Pengadaan Barang/SCM/Logistik, tidak
saja sebagai suatu 'praktek' yang sepertinya bisa dipelajari dengan
mudah dari kursus singkat atau secara belajar sendiri liwat 'on the
job training' dalam pekerjaan kita sehari-hari. Berbeda dengan bidang
keuangan misalnya, sebagai suatu 'knowledge'bidang ini bisa didalami
liwat lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas ataupun Akademi.
Sampai ada kursus-kursus yang bersifat khusus dengan penghargaan
profesi seperti 'Brevet A' dst.  Sementara dibidang Logistik,
kesempatan seperti itu masih sangat terbatas sekali, sehingga profesi
dibidang ini terkesan 'apa adanya', siapa saja belajar sedikit
tentang barang bisa ditunjuk untuk menangani barang/jasa,karena toh
bisa dipelajari sambil jalan.   Kesan yang meremehkan dan melihat
sebelah mata terhadap profesi dibidang ini, sangat memprihatinkan
kita semua sehingga semua orang yang ingin menggeluti bidang
Logistik/Pengadaan/SCM sepertinya  adalah karena 'by accident', bukan
karena 'by intention', atau kebanyakan orang hanya karena faktor
kebetulan tetapi bukan karena dorongan hati nurani.

Oleh sebab itu saya ingin mengajak siapa saja dari forum ini untuk
sharing pendapat dan mencari solusi secara conceptual, dari titik
mana dan kapan kita akan mulai 'mencerahkan' domain kita ini, yang
selama ini masih diselimuti kabut ketidak acuhan dan
kurangnya 'awareness' dari kalangan akademisi, birokrasi dan business
untuk membesarkannya sebagai suatu 'Knowledge' dan  bukan dianggap
hanya sekedar sebagai 'Practices' saja.

Mudah-mudahan setelah saya melempar issue ini diforum ALI, 'gayung
akan bersambut' alias akan banyak masukan dan sharing pendapat dari
sesama rekan sejawat, untuk mengangkat issue ini diforum nasional, 
yang secara politis akan lebih menentukan masa depan dan eksistensi
profesi kita. Sehingga  tidak lagi hanya dipandang sebelah mata,
tetapi benar-benar menjadi profesi yang mendapat penghargaan publik
secara memadai.

Terima kasih, Salam dari Kabul, Afghanistan.

Sarwedi Umarmadi
<sarwedi123@yahoo.com>





Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




YAHOO! GROUPS LINKS




Google