<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d16404634\x26blogName\x3dAsosiasi+Logistik+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://logistik.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://logistik.blogspot.com/\x26vt\x3d1864876647415419858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Friday, September 30, 2005

[ALI] FAQ about BBM by FG




Sorry pak moderator, jika ini dianggap tak ada kaitanya dgn Logistics,
just for sharing..........


=RR+

--------------
FAQ dibawah ini disusun oleh Farid Gaban
=================================================
PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN (FAQ)

Naskah ini juga bisa diakses dan didownload di bawah ini
WEB: http://www.penaindonesia.org/bbm/
PDF: http://www.penaindonesia.org/bbm/subsidi.pdf
WORD: http://www.penaindonesia.org/bbm/subsidi.doc


PEMERINTAH MENGATAKAN, AKIBAT KENAIKAN HARGA MINYAK DUNIA, SUBSIDI BBM
YANG MENINGKAT DRASTIS AKAN MENGANCAM DEFISIT ANGGARAN NEGERI KITA.
BENARKAH?

TIDAK BENAR. Naiknya harga minyak dan gas dunia memang meningkatkan
jumlah subsidi BBM. Tapi, juga meningkatkan pendapatan ekspor
Indonesia dari sektor minyak dan gas.

Artinya: naiknya pengeluaran untuk subsidi diimbangi oleh naiknya
pendapatan ekspor migas. Anggaran akan aman karenanya.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pendapatan ekspor migas
kita akan meningkat bersama naiknya harga minyak di pasaran
internasional.



APAKAH SUBSIDI BBM MELEBIHI PENDAPATAN KITA DARI EKSPOR MIGAS?

TIDAK BENAR. Pendapatan ekspor migas lebih besar dari subsidi minyak.

Menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, pendapatan ekspor
migas kita tahun 2005 ini mencapai Rp 175 triliun.

Tahun 2004 lalu, pendapatan dari sektor migas ini hanya Rp 122
triliun. Artinya ada kenaikan lebih dari 40%.

Sementara itu, masih menurut departemen yang sama, subsidi BBM yang
dihitung dengan harga minyak dunia sekarang hanya sebesar Rp 135
triliun.

Artinya ada surplus dari ekspor migas. Dengan kata lain, subsidi tidak
akan mengancam defisit anggaran.



BENARKAH SUBSIDI BBM MERUPAKAN PENGELUARAN TERBESAR NEGARA, SEHINGGA
JIKA DIPERTAHANKAN BAKAL MENGANCAM KEUANGAN NEGARA?

TIDAK BENAR. Di luar belanja rutin (gaji pegawai, pembelian barang dan
belanja pembangunan), pengeluaran terbesar pemerintah pusat ditempati
oleh pembayaran utang negara.

Lihat Tabel di sini
http://www.penaindonesia.org/bbm/

http://www.penaindonesia.org/bbm/images/2004.jpg
http://www.penaindonesia.org/bbm/images/2005.jpg
http://www.penaindonesia.org/bbm/images/2005.jpg


BERAPA BESARNYA UTANG PEMERINTAH INDONESIA?

Indonesia merupakan salah satu negeri pengutang terbesar di dunia.
Menteri Keuangan melaporkan pada pertengahan September 2005, utang
pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.200 triliun (seribu dua ratus
triliun rupiah), atau 52% dari Pendapatan Domestik Bruto.

Indonesia juga salah satu negeri yang paling berat beban utangnya.
Sekitar 30-40% pengeluaran pemerintah pusat beberapa tahun terakhir
dipakai untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang negara. Makin
sedikit yang tersisa untuk belanja kesehatan dan pendidikan.

Pembayaran utang akan meningkat dalam tahun-tahun mendatang: dari Rp
108,7 triliun pada 2004 menjadi Rp 118,5 pada 2006 depan.




WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA MENGATAKAN, KENAIKAN HARGA MINYAK MERUPAKAN
SATU-SATUNYA JALAN INDONESIA KELUAR DARI KEBANGKRUTAN. BENARKAH
PERNYATAAN ITU?

TIDAK BENAR. Pencabutan subsidi bukan satu-satunya jalan keluar untuk
mencegah kebangkrutan. Ada alternatif lain:

1. Mengurangi kebocoran belanja rutin, yang selama ini banyak
dikorupsi.
2. Mengurangi pembayaran utang dengan cara meminta pemotongan jumlah
utang.



MENTERI ABURIZAL BAKRIE MENGATAKAN: "PILIH MEMBAKAR RP 60 TRILIUN DI
JALAN, ATAU SEKOLAH DAN RUMAH SAKIT GRATIS". APA ARTI PERNYATAAN ITU?

PERNYATAAN ITU MENYESATKAN. Sekolah dan rumah sakit gratis hanya janji
kosong. Pemerintah tidak akan mengalihkan Rp 60 triliun tadi, jika
ada, untuk belanja pendidikan dan kesehatan.

Tahun 2005, belanja sektor kesehatan hanya Rp 9,9 triliun, sementara
pendidikan Rp 30,8 triliun. Bandingkan dengan pengeluaran untuk
pembayaran utang, sebesar Rp 93,9 triliun.

Tidak hanya pendidikan kesehatan yang makin merana. Pembangunan
infrastruktur seperti jalan, air bersih dan perumahan juga menyusut.

Belanja pembangunan terus merosot, sementara pembayaran utang terus
meningkat.

Lihat Tabel dan Bagan di sini
http://www.penaindonesia.org/bbm/images/utang.jpg


BENARKAH SUBSIDI BBM HANYA DINIKMATI ORANG KAYA, YAKNI ORANG-ORANG
YANG MEMAKAI BENSIN, SOLAR DAN LISTRIK LEBIH BANYAK?

TIDAK BENAR. Baik orang kaya maupun orang miskin menikmati subsidi
BBM. Subsidi BBM adalah subsidi tidak langsung. Artinya bukan bensin,
solar atau minyak tanah itu sendiri yang mempunyai arti.

Subsidi BBM menopang daya beli masyarakat. Jika subsidi dicabut, daya
beli masyarakat akan jatuh.

Bahan bakar merupakan komponen setiap barang dan jasa yang kita
konsumsi (pangan, sandang, perumahan, obat-obatan, layanan
pendidikan).

Jika subsidi dihapus, maka harga pangan, sandang, perumahan, obat dan
layanan pendidikan meningkat drastis. Orang miskin akan semakin sulit
menjangkau kebutuhan pokok dan layanan dasar yang harganya melambung.

Dampak kenaikan harga lebih besar bagi orang miskin ketimbang bagi
orang kaya.




TAPI, BUKANKAH ORANG KAYA MENGKONSUMSI ENERGI (MINYAK, SOLAR DAN
BENSIN) LEBIH BANYAK KETIMBANG ORANG MISKIN, ARTINYA MEREKA MENERIMA
SUBSIDI LEBIH BANYAK DARI ORANG MISKIN?

BENAR. Orang kaya memang mengkonsumsi minyak dan energi lebih banyak
karena mereka punya rumah lebih besar (listrik lebih banyak, untuk
penerangan, kulkas dan AC) dan punya mobil yang haus bensin.

Itu memang tidak adil. Harus ada cara untuk mengoreksi ketidakadilan
itu. Pencabutan subsidi bukan cara satu-satunya. Kita tak perlu
membakar rumah untuk menangkap tikus.




ADAKAH CARA LAIN UNTUK MENGOREKSI KETIDAKADILAN ITU?

ADA. Ketidakadilan dalam konsumsi minyak bersubsidi bisa dikoreksi
dengan menerapkan pajak yang sangat tinggi pada mobil pribadi, kulkas,
AC, peralatan elektronik dan sebagainya, untuk mengkomensasi tingginya
pemakaian bahan bakar mereka.




TAPI, BUKANKAH ORANG MISKIN DIBERI KOMPENSASI?

BENAR. TAPI JUMLAHNYA SANGAT SEDIKIT. Kompensasi pencabutan subsidi
pada Oktober 2005 ini hanya sebesar Rp 4,7 triliun untuk sekitar 15,5
juta keluarga. Bandingkan angka itu dengan pembayaran utang negara
yang mencapai lebih dari Rp 90 triliun.




BUKANKAH SUBSIDI BBM MENYEBABKAN PENYELUNDUPAN?

BUKAN. Penyelundupan disebabkan oleh rendahnya kinerja pemerintah
dalam menegakkan hukum, di samping merajalelanya korupsi. Gaji pegawai
pemerintah terus meningkat, tapi mengurus penyelundupan tidak bisa.

Belanja pegawai negeri meningkat dari Rp 54,2 tirliun pada 2004,
menjadi Rp 61,1 triliun dan diusulkan naik lagi menjadi Rp 77,7
triliun pada 2004.





Asosiasi Logistik Indonesia [ALI]: "turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia di bidang profesi logistik dan sebagai wadah komunikasi industri logistik di Indonesia" www.ali.web.id

"Friends of ALI are: Cipta Mapan Logistics"




SPONSORED LINKS
Business finance training Supply chain logistics management Business finance course
Business finance online course Business finance class Business finance degree online


YAHOO! GROUPS LINKS




Google